Assalamu alaikum Warahmatullahi wabarakatuh...

Pagi hari pukul 10:00 disebuah hotel yang berbintang ganjil. Ia baru saja terbangun dari tidur pulas yang membuat kepalanya pusing saat terbangun. Matanya masih berkunang-kunang, perasaannyapun terasa kacau, karena ia tak sadar sebelum tidur semalam ia termabuk dari nikmatnya miras pesta pora bersama rekan kerjanya. Sepertinya hura-hura semalam membuatnya lupa akan janji bertemu dengan pacarnya yang dipacarinya dari sekolah menengah atas dulu. Janji ingin bertemu disudut kota kecil bernama Manggaukangcity.
Ia pun dengan perlahan
membersihkan kerak mata yang meleleh diantara bulu matanya, sesekali
membelalakkan mata yang masih sayu. rasa mualpun begitu hebat ternyata ia ingin muntah. Dengan telanjang ia terburu-buru lari menuju
kamar mandi, dia tak sempat menyalakan lampu yang ada diruangan kamar itu. Hanya
naluri membawanya pada pijak kaki dan meraba serta mengira letak kamar mandi dalam
gelapnya kamar hotel.
Ah...... teriaknya begitu keras
saat jatuh ketika mengambil langkah panjang dekat pintu kamar mandi. Astaga
sulit untuk berdiri karena kepala terbentur keras pada tegel, Dia tak bisa
menahan lagi rasa mual yang begitu hebat dari perutnya, dimuntahkannya alkohol
yang telah diminumnya. Tiba-tiba penglihatannya terang namun pikirannya belum
cemerlang tanpa sengaja ia menghadapkan wajahnya digenangan muntahan alkohol yang sudah diminumnya. Herannya dalam gelap ia
seperti melihat wajahnya adalah pacarnya. Diperbaikilah perasaannya namun
benturan dikepala membuat oleng sekujur tubuh ketika hendak berdiri. Dengan tertatih
bergegaslah menuju kamar mandi dan memastikan bercermin pada cermin yang sesungguhnya.
Belum pula dia bercermin dicerimin yang ada di kamar
mandi, darah itu mulai mengalir dipipinya, darah hangat akibat tubrukan kepala
dilantai namun ia tak terlalu merasakan sakit karena kesadarannya masih belum
pulih sepenuhnya. Dengan sempoyongan mencari posisi saklar lampu dikamar mandi,
akhirnya iapun menemukan dan menekan tombol saklar yang bunyinya klik. Tiba-tiba
cahaya lampu begitu menyengat dimatanya seolah kaget akan cahaya terang dari
gelapnya kamar hotel sebelum terang.
Sampaipun dia berhadapan dengan
cermin dikamar mandi, wajahnya adalah pacarnya.
heran,..... ungkapnya di hati. mungkin karena darah dipipi hingga wajah tidak begitu jelas dipandangnya, Langsungsaja memutar keran air dan membasuh wajah begitu cepat dan lincah, kembali lagi memalingkan wajahnya kehadapan cermin, lagi lagi wajahnya adalah pacarnya. Dia gemetar dan mundur dari cermin. Ia sangat kaget dan rasa takut begitu dasyat didada, namun rasa penasaran begitu sayang jika ingin dia hilangkan.
Dengan memberanikan diri kembali lagi menghadapkan wajahnya kecermin sambil menutup mata agar perasaan takut bisa iya halau. Pas didepan cermin perlahan lahan membuka kelopak matanya...
heran,..... ungkapnya di hati. mungkin karena darah dipipi hingga wajah tidak begitu jelas dipandangnya, Langsungsaja memutar keran air dan membasuh wajah begitu cepat dan lincah, kembali lagi memalingkan wajahnya kehadapan cermin, lagi lagi wajahnya adalah pacarnya. Dia gemetar dan mundur dari cermin. Ia sangat kaget dan rasa takut begitu dasyat didada, namun rasa penasaran begitu sayang jika ingin dia hilangkan.
Dengan memberanikan diri kembali lagi menghadapkan wajahnya kecermin sambil menutup mata agar perasaan takut bisa iya halau. Pas didepan cermin perlahan lahan membuka kelopak matanya...
ASTAGA......,, wajahnya asli
pacarnya dan rasa kaget dihatinya begitu kuat. ibarat air hujan yang tiba-tiba deras turun
dari langit tanpa tanda atau isyarat. dan untuk memastikan lebih jauh lagi ia mencubit pipinya. hupppp..... Ini nyata desusnya dalam hati.....
ia langsung berlari keluar dari kamar mandi, dan menyalakan lampu kamar karena takutnya begitu memuncak.
ia langsung berlari keluar dari kamar mandi, dan menyalakan lampu kamar karena takutnya begitu memuncak.
Eh...... ternyata seorang
laki-laki terbaring telungkup dikasur empuk hotel itu, iya tambah takut bahkan serasa kejadian ini taknyata. Iapun mengendap-endap menjulurkan tangan mengambil ponsel
dimeja dekat kasur dan segera menghubungi pacarnya, karena hanya pacar yang ada dikepalanya bukan siapa-siapa, ini semua karena rasa takut yang dialaminya.
“Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”
dia terus mencoba menghubungi pacarnya namun balasan layanan operator tetap sama.
dia pun mencoba mengirimkan SMS singkat tulisannya "sayang kamu baik-baik saja, kamu sekarang ada dimana" belum sempat dikirim pada nomor tujuan tiba-tiba laki-laki yang tidur itu terbangun, Ia bertanya padanya dengan nada yang datar.
dia terus mencoba menghubungi pacarnya namun balasan layanan operator tetap sama.
dia pun mencoba mengirimkan SMS singkat tulisannya "sayang kamu baik-baik saja, kamu sekarang ada dimana" belum sempat dikirim pada nomor tujuan tiba-tiba laki-laki yang tidur itu terbangun, Ia bertanya padanya dengan nada yang datar.
Kenapa aku adalah kamu.???
hah, kok bisa?
BalasHapus